Postingan

Doa 2

Terlampau banyak aku meminta Ini kupinta Itu kupaksa Setelah semuanya terwujud,  lantas? 

Doa

Gambar
Doaku adalah sebagian dari hidupku, perangkat dari pergerakanku. Saat ku berdoa memohon rezeki, pada saat itulah aku sedang dalam pengembaraanku menjemput rezeki. Pun saat ku mendesak kekuatan dariNya Yang Maha Kuat, aku sedang dalam membangun kekuatanku, bukan karna sedang dalam lemah.  Tuhan yang aku kenal menghendaki kita berdoa, memohon padaNya. Bukan untuk hanya duduk bersimpuh berlarut-larut, tidak berbuat apapun kemudian mendambakan keajaiban datang sekejap mata merubah segalanya.  Tanganku yang diberiNya pun bukan cuma untuk menengadah ke atas, apalagi angkat tangan menyerah pada kenyataan, atau bahkan cuma bisa dipakai mengusap air mataku yang palsu. Sangat-sangat lebih dari itu. Bahkan bisa kutekankan di sini dengan lantang, justru pengunaan tangan sedemikian itu adalah penghinaan terhadap pemberian Tuhan.  Kepalkan tangan, itulah simbol kekuatan. Tantang dunia.  Berdirilah dari dudukmu. Lakukan sesuatu. Biarkan seluruh doa, harap, bahkan khayal tersimulasi...

Berbahagia dalam Ketidakbahagiaan

Gambar
Laksana bisa berdansa riang dan agresif di tengah alunan-alunan musik berdistorsi yang umumnya tidak enak di telinga, bukankah selayaknya bagi kita bisa menari lincah gemulai di tengah ketidakbahagiaan? Sebab bahagia adalah suatu keniscayaan, sial nya kita juga harus siap menerima ketidakbahagiaan. Menyimak bagaimana yang digambarkan oleh Puthut EA dalam novelnya Cinta Tak Pernah Tepar Waktu yang sangat melankolis tersebut, di sana ada menjelaskan antara hal-hal yang berbau dengan kebahagiaan dan luka dalam hidup kita. Dari situ juga, sekali lagi, sial nya kita harus tundukterima bahwa energi luka lebih dahsyat daripada hal-hal berbau kebahagiaan. Tanya dirimu, akui saja, kebahagiaan tidak berumur panjang, sesederhana kau tertawa terbahak-bahak di kedai kopi favoritmu bersama teman-teman tahikmu beserta kopi hitam dan matcha latte yang mahal tapi tidak enak itu kemudian pulang dan merasakan kesendirian lagi. Mana tertawa tadi? Sekali lagi, meskipun sial dan brengsek, kita harus menyera...

Aku Hidup?

6 Desember 2000 nafas pertamaku berhembus. Mataku berkedip cepat. Banyak hal merangsek cepat ke kepalaku, itu semua tercatat sebagai ketidaknyamanan pertamaku. Selanjutnya aku tidak ingat apa-apa lagi yang terjadi di sana, atau mungkin lebih tepatnya aku enggan mengingatnya. Mungkin saat itu tanganku langsung diajak tos oleh ayahku sebagai tanda perkoncoan. Atau tos seperti tos yang ada di match Smack Down WWE teman yang ditos berarti gantian bertanding gulat. Tapi nyatanya hingga kini aku dan ayahku bertarung bersama menghadapi musuh-musuh. Ayahku lawan kelas berat bak John Cena, aku lawan Rey Misterio saja yang rada kecilan. Aku diberi hidup oleh Dia Yang Maha Hidup. Bukan hanya hidup yang dalam artinya memiliki nyawa dan nafas, tapi sejati-jatinya hidup. Aku dihidupkanNya bersamaan seluruh jaminan bahwa memang aku bisa hidup. Aku dihidupkanNya dengan seluruh perangkat-perangkat, unsur-unsur, partikel-partikel, atau apapun itu istilah yang semacamnya. ‌ "Saat kita membicarakan h...

Ngaji

Seperti yang pernah saya sebutkan bahwa pikiran saya di setiap saat dan di setiap tulisan pasti akan ditemukan perubahan dan perbedaan, namun dalam hal satu ini tidak ada perubahan. Dari awal hingga saat ini saya masih terus ngaji, dan memang saya niat dan cita-citakan terus ngaji sampai akhir hayat. Dan boleh saya informasikan di sini bahwa hampir sebagian besar atau bahkan mungkin seluruh yang hinggap di pikiran yang tertuang dalam tulisan saya adalah hasil dari saya ngaji. Entah memang saya sengajakan tapi justru banyak mendapatkan hal-hal di luar kuasa saya sehingga sebagian besar hidup saya ini terbangun atas dasar ngaji. Maka dalam laman tulisan ini izinkan saya cerita tentang saya dan ngaji. Saya lahir dalam topangan orang tua dan keluarga yang Alhamdulillah boleh disebut masih masuk dalam kata dekat dengan agama. Ibu saya dari SD (kalau tidak salah atau dari SMP) mengeyam pendidikan pesantren di bilangan Bogor. Ayah saya tidak ada latarbelakang pendidikan pesantren, setahu ...

Gelap adalah Saudara Tiri Terang, dan Aku Berteman dengan Keduanya.

Gambar
Entah bagaimana hal-hal ini ada dan melekat pada diriku. Aku seringkali menerabas masuk dalam hutan pikir yang sangat dalam dan luas. Seru di awal. Aku merasa seperti berpetualang. Aku menyentuh bermacam-macam akar. Aku menyaksikan bagaimana proses tumbuh kembang segala sesuatu di dalamnya. Aku terperangah dengan berbagai macam batang yang kokoh. Aku suka dengan hijau raya. Belum lagi lembut angin serta kabut tipis yang menghampiri, melahirkan bunyi gemerisik daun. Kicauan imut burung-burung tak mau kalah mewarnai. Masih banyak lagi. Semuanya memberi kesan senang dan tenang. Aku tidak ingin usai…. Tapi di dalam sana juga aku dihinggap gelap, dihantam badai, dipeluk gigil. Di sana juga aku harus menghadapi makhluk, dari hewan, monster, atau bahkan iblis berjejer akan menggali kubur bagiku manusia tolol yang tidak waras ini. Semua yang ada di dalamnnya mendadak seperti menjadi musuhku. Batang kokoh yang kupandang dengan terperangah tadi seperti sengaja memantulkan teriakanku. Suara g...

Pemisah

Gambar
Setelah cukup lama tidak menulis yang entah alasannya apa, sepertinya memang males… akhirnya memutuskan untuk mencoba menulis lagi. Sebelum menulis ini, saya coba membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya di blog ini. Dengan tulisan-tulisan tersebut saya bertemu kembali dengan pikiran-pikiran saya di beberapa waktu lalu. Saya mencoba mengingat kembali bagaimana saya di waktu itu, dalam posisi apa, situasinya, kondisinya, perasaannya, dan sebagai macamnya yang saya alami yang kemudian melatarbelakangi pokok-pokok pikiran yang saya ingin tuangkan dalam tulisan-tulisan tersebut. Dari awal saya menulis memang tujuannya adalah seperti itu. Saya ingin mencatat riwayat pikiran saya di waktu, situasi, dan kondisi tertentu. Pikiran-pikiran yang menemani saya di waktu 5 tahun lalu tentu berbeda dengan pikiran saya pada saat ini, tapi jika saya coba bertemu kembali dengan pikiran-pikiran 5 tahun lalu tersebut ada perasaan yang saya juga sedikit bingung menjelaskannya, seperti merasa geli tapi ada p...