Doa

Doaku adalah sebagian dari hidupku, perangkat dari pergerakanku. Saat ku berdoa memohon rezeki, pada saat itulah aku sedang dalam pengembaraanku menjemput rezeki. Pun saat ku mendesak kekuatan dariNya Yang Maha Kuat, aku sedang dalam membangun kekuatanku, bukan karna sedang dalam lemah. 
Tuhan yang aku kenal menghendaki kita berdoa, memohon padaNya. Bukan untuk hanya duduk bersimpuh berlarut-larut, tidak berbuat apapun kemudian mendambakan keajaiban datang sekejap mata merubah segalanya. 
Tanganku yang diberiNya pun bukan cuma untuk menengadah ke atas, apalagi angkat tangan menyerah pada kenyataan, atau bahkan cuma bisa dipakai mengusap air mataku yang palsu. Sangat-sangat lebih dari itu. Bahkan bisa kutekankan di sini dengan lantang, justru pengunaan tangan sedemikian itu adalah penghinaan terhadap pemberian Tuhan. 
Kepalkan tangan, itulah simbol kekuatan. Tantang dunia. 
Berdirilah dari dudukmu. Lakukan sesuatu. Biarkan seluruh doa, harap, bahkan khayal tersimulasi dalam setiap harakah. Kan kita jelang kebahagiaan dalam nyata, bukan hanya sebatas bayang-bayang doa dalam bentuk kata. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Tumbuh dalam Bahtera Cinta dan Ku Labuhkan pada Pelabuhan Kasih Sayang nun Jauh Di Sana; Nanda Rosianti

Sudah Dua Tahun Mengajar dan Masih Berlanjut, Selamanya