Sudah Dua Tahun Mengajar dan Masih Berlanjut, Selamanya

Saya mengajar di sekolah dasar (SD) di bilangan wilayah Otista, Jakarta Timur dari tahun pelajaran 2023/2024, sudah melewati dua tahun pelajaran. Dan pada waktu tulisan ini ditulis, esoknya adalah hari pertama dimulainya tahun pelajaran pelajaran baru, ya, tahun pelajaran 2025/2026. Sebelum memasuki hari esok, saya ingin refleksi diri dari apa yang sudah lewat di hari-hari yang lalu seraya membangun semangat serta menyusun perkembangan visi misi pribadi agar menjadi lebih baik di tahun ajar yang baru dan seterusnya.

Sedari awal berkarir sebagai guru di sekolah formal, saya merasa perlu menyadari saya harus bisa setidaknya menjadi dua hal, yaitu sebagai guru di kelas dan sebagai karyawan lembaga tempat saya bertugas. Saya pikir keduanya memiliki cara pendekatan dan sudut pandang yang berbeda, dan saya harus bisa membawa diri dalam keduanya.

Saya sebagai guru di kelas adalah berkaitan dengan kurikulum, bahan ajar, metode ajar, pendekatan kepada anak didik, pengelolaan kelas, dan sebagainya yang dapat menunjang jalannya pembelajaran secara maksimal. Yang kedua saya sebagai karyawan lembaga adalah berkaitan saya harus bisa profesional mengikuti peraturan dan sistem yang ada di lembaga tersebut, menjalankan program dan visi misi sekolah demi meningkatkan kualitas dan mutu sekolah, dan sebagainya. Selanjutnya mungkin yang perlu dibahas juga adalah bagaimana hubungan kita dengan orang tua siswa yang kedudukannya tidak bisa dilepaskan dalam jalannya aktivitas sekolah.

Apapun yang saya sebutkan di atas harus bisa saya jalankan jelas tujuannya adalah jalannya aktivitas sekolah di luar kelas maupun di dalam kelas dapat berjalan dengan baik. Lebih mendalam lagi yaitu tentang bagaimana anak didik bisa terdidik dengan menyeluruh. Menyeluruh dalam artian bukan hanya tentang pola pengetahuan dan nilai bagus belaka, tapi segala aspek penting lainnya seperti pola sikap dan perilaku, pola pergaulan, penanaman tanggung jawab dan kemandirian keberanian serta sifat-sifat semacamnya, dan lain sebagainya.

Terlebih lagi saya mengajar di SD yang menurut saya masa SD adalah masa-masa awal perkembangan anak dan masa-masa awal anak menghadapi lingkungan luar rumah yang lebih luas. Pada hari-harinya kita bisa mendapati bagaimana anak belum bisa baca tulis, belum bisa buang air kecil sendiri, pemalu bahkan pemalu yang berlebihan, tidak berani dan tidak percaya diri, dan lain sebagainya. Atau gambaran-gambaran sebaliknya seperti anak yang hyperaktif, anak yang “bandel”, dan lain sebagainya. Hal itu kerap terjadi bahkan pasti ada. Dan di situlah guru dan seluruh warga sekolah sangat penting berperan dengan maksimal.

Saya Terus Mengajar, Selamanya

Dari awal memang saya ingin ada di jalan mengajar. Mengajar dalam artian yang lebih luas, formal maupun informal, di sekolah atau di manapun tempat saya bisa mengajar. Dua tahun pelajaran yang lalu dan sebagian saya tuangkan di atas barangkali hanya hal-hal yang bisa saya tangkap dan pegang dalam masa-masa awal karir saya. Selanjutnya saya terus tingkatkan segalanya. Saya terus mencetak dan membangun nilai-nilai, mutu-mutu terbaik yang saya yakini.

Finansial?

Barangkali poin ini tidak terlalu penting dibahas, cuma ingin curhat saja, he he he.

Guru juga bentuk karir, yang ketika bicara karir tidak bisa terlepas kaitannya dengan finansial. Sepertinya isu tentang finansial dari profesi guru itu kecil sudah tidak asing. Saya sudah tahu dari awal, tapi saya tetap memilih berada di sana. Dua tahun berkarir ini di beberapa situasi masih tidak terlalu terasa, tapi sepertinya makin ke sini cukup terasa.

Barangkali memang dua tahun karir masih seumur jagung dan perjalanan saya masih sangat panjang. Dan di titik ini pun perlahan mulai terlihat model-model peluang ke depan menuju tempat dan titik finansial yang lebih baik.

Maka pada kesempatan bukan hanya membangun semangat untuk tahun ajar baru yang lebih baik, tapi juga meliputi peluang finansial yang lebih baik. Yang penting terus bergerak melaju ke depan, tingkatkan kualitas diri, buat peluang-peluang menjadi lebih nyata. Tenang saja, semesta akan menempatkan diri yang baik pada tempat yang baik pula.

Saya menjalani ini semua dengan seluruh kesadaran, segenap jiwa raga. Di sisi lain terus menyadari sebaik-baiknya usaha pribadi selalu tercelah kekurangan. Tidak pernah lupa bersandar padaNya Yang Maha Sempurna.

Aku ada di jalan ini atas nama mencari ridhoMu

Sudilah temaniku pada setiap langkahku…..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Tumbuh dalam Bahtera Cinta dan Ku Labuhkan pada Pelabuhan Kasih Sayang nun Jauh Di Sana; Nanda Rosianti