Postingan

Kompleksitas Berdoa 2: Mengapa Tuhan Tidak Mewujudkan Permintaanku?

Salah sedang gelisah lantaran merasa dirinya begini-begini saja, seperti tidak ada kemajuan. Ditambah teman-teman lamanya terlihat berangsur-angsur sudah di jalan menggapai pencapaian dan cita-citanya. Salah bertanya kepada abangnya, Soleh. “Bang, kok gue begini-begini aja, ya. Padahal gue udah mantap berdoa terus usaha.” “Allah senang ngeliat loe terus-terusan berdoa ditambah usaha. Dia kangen sama loe. Soalnya loe lebih sering malas-malasan dan lalai.” Jawab Soleh.

Kompleksitas Berdoa: Melemahkan Diri di HadapanNya tapi Kemudian Menguat

Dalam pembahasan luas dan panjang tentang iman, sederhananya iman adalah kondisi kita bisa menerima bahwa Allah Tuhan kita. Bukan hanya sekedar kedudukanNya sebagai Tuhan yang kita akui, tapi berikut juga keagunganNya, seluruh tindaklakuNya, segala ketentuanNya bagi kita sebagai pribadi dan bagi kita seluruh alam semesta. Dan dalam pembahasan lanjutan tentang iman juga nantinya akan berkaitan dengan berdoa. Setelah sejauh dan seluas kita mengenalNya maka kita terdorong dengan segenap kesadaran bahwa kita sepantasnya hanya kepada Dia meminta dan mengadukan apa yang kita rasa. Kita pantas merendahkan diri hanya kepadaNya yang Maha Tinggi, kita pantas mengecilkan diri hanya di hadapanNya yang Maha Agung, dan kita pantas melemahkan diri di bawah kekuasaanNya Yang Maha Kuat. Namun pada kenyataan hari-hari ini pembahasan iman dan doa perlu dikritisi dan dituntut pembahasan lebih lanjutnya, lebih jelasnya, dan lebih aplikatifnya. Saya menangkap sebagian besar orang--atau bahkan mungkin sa...

Aku Tumbuh dalam Bahtera Cinta dan Ku Labuhkan pada Pelabuhan Kasih Sayang nun Jauh Di Sana; Nanda Rosianti

Gambar
Setelah kuat-kuat akarku ditanam oleh ayah ibuku, aku dibiarkan tumbuh ke atas manapun yang aku mau. Setelah jauh-jauh aku dibawa berpetualang dengan bahtera ayah dan ibuku, aku dilepas melalang buana ke samudera manapun yang aku tuju. Setelah hangat-hangat aku disentuh, dirangkul, dipeluk,... disuapi dan dijejali nilai-nilai prinsipil di rumah indahku, aku diberi kebebasan menjalani kehidupan bagaimanapun yang aku tentu. Aku terus tumbuh dengan memang dasar aku lebih senang bebas, tidak suka diatur, terbiasa dengan jalan pemikiran sendiri Yang penting tidak menyalahi nilai-nilai yang bagiku itu prinsipil. Aku juga tidak suka dikomentari, sebab aku juga tidak suka mengomentari apapun yang tidak aku suka. Aku lebih suka berkesimpulan bahwa memang itu aku tidak suka maka aku tidak akan seperti itu. Aku sangat mengamini apa yang dituangan band Efek Rumah Kaca dalam liriknya, “Kami hanya akan mencipta segala apa yang kami cinta; bahagia.” Biar tidak terlalu mengawang, mari aku ...

Sudah Dua Tahun Mengajar dan Masih Berlanjut, Selamanya

Saya mengajar di sekolah dasar (SD) di bilangan wilayah Otista, Jakarta Timur dari tahun pelajaran 2023/2024, sudah melewati dua tahun pelajaran. Dan pada waktu tulisan ini ditulis, esoknya adalah hari pertama dimulainya tahun pelajaran pelajaran baru, ya, tahun pelajaran 2025/2026. Sebelum memasuki hari esok, saya ingin refleksi diri dari apa yang sudah lewat di hari-hari yang lalu seraya membangun semangat serta menyusun perkembangan visi misi pribadi agar menjadi lebih baik di tahun ajar yang baru dan seterusnya. Sedari awal berkarir sebagai guru di sekolah formal, saya merasa perlu menyadari saya harus bisa setidaknya menjadi dua hal, yaitu sebagai guru di kelas dan sebagai karyawan lembaga tempat saya bertugas. Saya pikir keduanya memiliki cara pendekatan dan sudut pandang yang berbeda, dan saya harus bisa membawa diri dalam keduanya. Saya sebagai guru di kelas adalah berkaitan dengan kurikulum, bahan ajar, metode ajar, pendekatan kepada anak didik, pengelolaan kelas, dan seba...

Mungkinkah mungkin memungkinkan kemungkinan? Mungkin saja mungkin, mungkin juga tidak mungkin.

Yang kau anggap mungkin Itu tetap dalam “kemungkinan” Jangan kau besar harap   Yang kau anggap tidak mungkin Itu masih dalam “kemungkinan” Jangan kau putus harap   Terus saja bergerak Buat saja peluang   Semuanya hanya pada taraf kemungkinan Kepastian hanyalah milikNya Maka bersandarlah pada Sang Maha Pasti

Ruang dan Waktu

Aku adalah entitas kecil yang hidupnya tak pernah bisa lepas dari ruang dan waktu. Setiap ruang dan waktu selalu menyajikan cerita-cerita tertentu yang mempengaruhi detak, jejak, suasana, rasa, warna dan sebagainya yang ada pada diriku. Sebelum ketercipta saja, kusudah dihadapi cerita-cerita seperti kejadian peniupan ruh kemudian cerita berupa ditanya beberapa pertanyaan dari Rabbku, tak kuingat bagaimana ceritanya, karena memang katanya itu yang merasakan adalah ruhku. Selanjutnya ketika kulahir dan kutumbuh bersamaan dengan tumbuhkembang dan naikturunnya perekonomian dan hubungan pernikahan ayah ibuku yang terbilang masih awal, seperti bisa kubayangkan bagaimana suasana dan rasa yang tersaji saat itu. Dan ruang waktu lainnya di masa lalu yang tidak bisa kuceritakan satu persatu. Tibalah aku di titik sekarang ini, dan kutatap detik-detik berikutnya. Sampai matiku pun terus kuterikat dalam ruang dan waktu. Bahkan pasca mati pun masih terus tersaji cerita-cerita pada diriku di dimensi b...

Doa 2

Terlampau banyak aku meminta Ini kupinta Itu kupaksa Setelah semuanya terwujud,  lantas?