Setelah kuat-kuat akarku ditanam oleh ayah ibuku, aku dibiarkan tumbuh ke atas manapun yang aku mau. Setelah jauh-jauh aku dibawa berpetualang dengan bahtera ayah dan ibuku, aku dilepas melalang buana ke samudera manapun yang aku tuju. Setelah hangat-hangat aku disentuh, dirangkul, dipeluk,... disuapi dan dijejali nilai-nilai prinsipil di rumah indahku, aku diberi kebebasan menjalani kehidupan bagaimanapun yang aku tentu. Aku terus tumbuh dengan memang dasar aku lebih senang bebas, tidak suka diatur, terbiasa dengan jalan pemikiran sendiri Yang penting tidak menyalahi nilai-nilai yang bagiku itu prinsipil. Aku juga tidak suka dikomentari, sebab aku juga tidak suka mengomentari apapun yang tidak aku suka. Aku lebih suka berkesimpulan bahwa memang itu aku tidak suka maka aku tidak akan seperti itu. Aku sangat mengamini apa yang dituangan band Efek Rumah Kaca dalam liriknya, “Kami hanya akan mencipta segala apa yang kami cinta; bahagia.” Biar tidak terlalu mengawang, mari aku ...
Saya mengajar di sekolah dasar (SD) di bilangan wilayah Otista, Jakarta Timur dari tahun pelajaran 2023/2024, sudah melewati dua tahun pelajaran. Dan pada waktu tulisan ini ditulis, esoknya adalah hari pertama dimulainya tahun pelajaran pelajaran baru, ya, tahun pelajaran 2025/2026. Sebelum memasuki hari esok, saya ingin refleksi diri dari apa yang sudah lewat di hari-hari yang lalu seraya membangun semangat serta menyusun perkembangan visi misi pribadi agar menjadi lebih baik di tahun ajar yang baru dan seterusnya. Sedari awal berkarir sebagai guru di sekolah formal, saya merasa perlu menyadari saya harus bisa setidaknya menjadi dua hal, yaitu sebagai guru di kelas dan sebagai karyawan lembaga tempat saya bertugas. Saya pikir keduanya memiliki cara pendekatan dan sudut pandang yang berbeda, dan saya harus bisa membawa diri dalam keduanya. Saya sebagai guru di kelas adalah berkaitan dengan kurikulum, bahan ajar, metode ajar, pendekatan kepada anak didik, pengelolaan kelas, dan seba...
Yang kau anggap mungkin Itu tetap dalam “kemungkinan” Jangan kau besar harap Yang kau anggap tidak mungkin Itu masih dalam “kemungkinan” Jangan kau putus harap Terus saja bergerak Buat saja peluang Semuanya hanya pada taraf kemungkinan Kepastian hanyalah milikNya Maka bersandarlah pada Sang Maha Pasti
Komentar
Posting Komentar