Postingan

Meniti Jalan Menuju Kebahagiaan

Gambar
Sebelum menyelam lebih jauh mengenai menuju kebahagiaan, kita perlu sedikit membahas bahkan mendalami definisi atau makna kebahagiaan itu sendiri. Karena bagaimana kita akan mendapatkan kebahagiaan jika kita tidak mengerti apa itu kebahagiaan? Pengertian kebahagiaan yang secara pakem bisa kita dapatkan di KBBI, atau kita juga bisa merujuk pada pendapat ahli. Atau malah sebenarnya tidak ada yang mampu menjelaskan secara rinci tentang apa itu kebahagiaan, sebab kebahagiaan erat kaitannya dengan perasaan dan perasaan tidak cukup dijelaskan dengan kata-kata. Perasaan setiap orang juga berbeda, sehingga sangat memungkinkan masing-masing orang memiliki pendefinisiannya sendiri mengenai kebahagiaan. Namun secara umum, kebahagiaan adalah mengenai kondisi perasaan saat kenyataan yang kita alami itu sesuai dengan apa yang kita kehendaki dan kita inginkan. Di era globalisasi, modern, atau bahkan post-modern, atau istilah lainnya yang menggambarkan era sekarang ini, kita sangat banyak mendapati h...

Ketika Kau Berjuang dan Merasa Lelah Sendiri..

Gambar
Setiap orang pasti pernah mengalami berjuang, perjuangan macam apapun itu. Dari perjuangan mendapatkan cinta, menggapai cita-cita, hingga berjuang menang melawan pergulatan batin dalam diri sendiri. Tak ada hal yang mudah dalam perjuangan, dan lelah adalah bisa jadi hal yang pasti. Dan persoalan berikutnya adalah bagaimana kita dapat membangkitkan semangat untuk kembali dan terus berjuang. Ada satu riwayat yang cukup masyhur yang bisa kita dapatkan di berbagai sumber, dari khutbah Jumat, dari penceramah, di pengajian, maupun dari postingan akun-akun dakwah di berbagai media sosial. Bahwa Sayyidah Fathimah pernah merasa lelah dalam pekerjaan rumah tangganya dan pada satu waktu mengadu kepada Rasulullah dan meminta pembantu untuk membantu perkerjaannya di rumah, namun Rasulullah bukan memberikannya pembantu tapi justru memberi amalan dzikir untuk dibaca. Dzikir tersebut berupa Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33, dan Allahu Akbar 34x. Saya bukan ingin mengkaji riwayat tersebut dari segi ri...

Menanggapi Pandangan Sinis terhadap Agama

Gambar
  S eperti yang pernah tertuang dalam tulisan sebelumnya bahwa dalam pembahasan apapun yang mengenai agama kita perlu memahami pembahasan tersebut membahas agamanya atau penganut agamanya. Itu adalah dua hal yang memiliki perbedaan mendasar. Berbicara agama erat kaitannya dengan Tuhan. Dan nantinya kita akan mendapati pandangan manusia atau para penganut agama dalam memandang agamanya dan Tuhan. Mulai dari yang memandangnya biasa-biasa saja hingga yang terlampau berlebihan. Perbedaan memandang tersebut didasari banyak faktor, secara garis besarnya telah saya paparkan di tulisan sebelumnya. Dari cara pandang terhadap agama dan Tuhan yang terlampau berlebihan banyak melahirkan pandangan sinis. Seperti misalnya yang sangat masyhur, gagasan dari seorang filsuf ternama yang mengatakan “Agama adalah candu.” . Pandangan sinis lainnya yang masyhur juga terkait berlebihannya dalam beragama dan berTuhan adalah gagasan “ Tuhan telah mati dan kita lah yang membunuhnya.” dari seorang filsuf...

Agama dan Masyarakat

Gambar
  Terlebih dahulu kita perlu mengetahui dalam setiap pembahasan yang membawa agama bisa terbagi menjadi dua, membahas agamanya atau masyarakat/umat beragama. Agama adalah fakta yang ada di tengah masyarakat, bahkan bisa saya katakan bahwa setiap ruang yang ada pada masyarakat tidak terlepas dari agama. Setiap nilai-nilai atau norma-norma yang berkembang pada suatu masyarakat pun tidak bisa kita pungkiri bahwa itu juga ada asalnya dari nilai-nilai yang diajarkan agama.   Hingga di tengah masyarakat yang tidak beragama atau mungkin memandang sinis sebuah agama pun kita masih bisa melihat agama secara jelas, berupa “ mengapa masyarakat tersebut memandang sinis atau bahkan memusuhi agama?” , dan sebagainya. Agama dan masyarakat ini saling memiliki keterkaitan. Penyebaran dan penerapan ajaran agama memperhatikan kondisi suatu masyarakat yang dituju. Dan masyarakat dengan perbedaan kondisinya juga mempengaruhi mereka dalam memandang dan menjalankan ajaran agamanya. Dan keterkait...

Rumus Pasrah

Gambar
  Saya mendapati rumus ini dari Jason Ranti saat di podcastnya Rock Nation. Di menit 17.25 Jason ditanya cara menjemput inspirasi. Dia menjawab kita harus peka. " Gimana caranya peka? Ga mikir ", tambahnya. Host mencoba menggali lebih dalam tentang bagaimana caranya ga mikir . Jason Ranti menjawab dengan jawaban "Pasrah=  Kosong 🔜 Isi (Isian baru)." Saya mencoba mengembangkan apa yang saya tangkap dari obrolan tersebut agar kiranya bisa saya petik pelajaran untuk kehidupan sehari-hari. Bahwa jika kita memikirkan sesuatu, atau membutuhkan inspirasi, hingga soal jalan keluar dari permasalahan, seperti yaudah tenang aja dulu, pasrah dan gausah terlalu dipikir dalam artian semengalirnya keadaan. Dari mengalirnya keadaan tersebut kita sambil melatih kepekaan kita terhadap apapun yang kita alami. Setelah itu pastilah kita menemukan inspirasi atau isian baru. Isian baru itu bisa dari memang hasil buah pikir kita saat tenang. Karena dengan tenang kita bisa lebih ...

Mempersoalkan Tuhan

Gambar
  Secara umum, yang dikatakan dan dianggap sebagai Tuhan adalah Dzat yang memiliki kekuatan supranatural, kekuatan yang di luar kemampuan seluruh makhluk yang ada di dunia. Yang kemudian daripada itu diyakini, disembah, dan sebagainya. Berangkat dari pengertian tersebut, kita bisa mendapati berbagai macam konsep ketuhanan. Entah itu aliran konsep ketuhanan seperti animisme, dinamisme dan yang semacamnya hingga konsep ketuhanan yang diusung oleh berbagai agama. Semua konsep ketuhanan tersebut memiliki perbedaan yang mendasar berdasarkan latarbelakang dan cara pandang masing-masing. Di mana Tuhan? Dalam mempersoalkan Tuhan, pertanyaan “Di mana Tuhan?” adalah pertanyaan favorit dan masih eksis dari waktu lalu yang cukup lama. Berbagai jawaban untuk menjawab pertanyaan tersebut juga telah banyak yang terlontarkan. Mulai dari kalimat yang sering kita terima dari kecil soal “Yang di atas” yang berarti menunjukkan bahwa Tuhan ada di atas. Dari jawaban ini melahirkan beberapa tanggap...

Belajar Menulis

Gambar
Belajar menulis terdiri dari kata "belajar" dan "menulis". Belajar adalah usaha sadar dan mendasar untuk dapat menguasai suatu hal, entah itu pengetahuan ataupun keterampilan. Selanjutnya kata menulis dapat diartikan proses merangkai kata demi kata hingga membentuk makna yang dapat tersampaikan dengan baik dan jelas. Sehingga secara umum, belajar menulis dapat kita artikan mempelajari bagaimana merangkai kata-kata hingga membentuk penyampaian makna yang jelas. Mengapa perlu belajar menulis? Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam sehari-hari kita tidak terlepas dari tulisan. Di manapun itu, di buku pelajaran sekolah, kitab karangan ulama yang dibahas di pengajian, dan yang paling intim di keseharian kita; media sosial, dan sebagainya. Dari hal tersebut membuat saya tertarik membaca, memahami, serta menelusuri makna atau pokok pikiran dari kata-kata yang tersusun di mana pun itu. Dari hal itu pula saya bisa menemukan dan menentukan tulisan-tulisan yang disusun secara rapi...