Mengapa akhir-akhir ini sering murung?

Setelah beberapa lama nyaman dan lebih banyak pada variabel merasa cukup dengan apa yang ada, terus melatih diri lakukan saja apa yang bisa dilakukan, persoalan ikhlas murni tidak memandang besar kecil ganjaran yang dalam hal ini berupa pundi,...

Sedikit banyaknya beberapa keadaan mendorong ke arah perlu lebih banyak perhatian dan berbicara soal keuangan, finansial, atau lebih luas lagi ekonomi.

Kesadaran masa depan, harga diri sebagai lelaki di manapun dan kondisi apapun itu,... Selain daya diri, kemampuan mengelola jiwa raga lahir batin, persoalan ekonomi perlu ikut bicara cukup banyak.

Beberapa peluang kemarin menyalakan dendang kegagalan, aku berdansa dalam kemurungan dan kegelisahan. Aku akan terus berdansa pada ritme-ritme berikutnya apapun warnanya; ceria ataupun melankolia. Tidak akan kuberhenti sampai ujung lagu yang bahagia.

Ku yakin pertunjukan dansaku ini disaksikan olehNya dari keharibaanNya. Kutampilkan yang terbaik hingga meriuh tepuk tangan tanda ridhoNya....



Tulisan ini ditulis pada waktu Maghrib. Entah bagaimana aku memaknainya berupa peralihan siang ke malam di waktu Maghrib seperti ada perasaan murung ditinggal cerahnya siang tapi percaya bahwa malam kan menunjukkan indah gemerlapnya.

Situasi apapun yang murung, gelisah, dan segalanya, pasti kan beralih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Tumbuh dalam Bahtera Cinta dan Ku Labuhkan pada Pelabuhan Kasih Sayang nun Jauh Di Sana; Nanda Rosianti

Sudah Dua Tahun Mengajar dan Masih Berlanjut, Selamanya