Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Mungkinkah mungkin memungkinkan kemungkinan? Mungkin saja mungkin, mungkin juga tidak mungkin.

Yang kau anggap mungkin Itu tetap dalam “kemungkinan” Jangan kau besar harap   Yang kau anggap tidak mungkin Itu masih dalam “kemungkinan” Jangan kau putus harap   Terus saja bergerak Buat saja peluang   Semuanya hanya pada taraf kemungkinan Kepastian hanyalah milikNya Maka bersandarlah pada Sang Maha Pasti

Ruang dan Waktu

Aku adalah entitas kecil yang hidupnya tak pernah bisa lepas dari ruang dan waktu. Setiap ruang dan waktu selalu menyajikan cerita-cerita tertentu yang mempengaruhi detak, jejak, suasana, rasa, warna dan sebagainya yang ada pada diriku. Sebelum ketercipta saja, kusudah dihadapi cerita-cerita seperti kejadian peniupan ruh kemudian cerita berupa ditanya beberapa pertanyaan dari Rabbku, tak kuingat bagaimana ceritanya, karena memang katanya itu yang merasakan adalah ruhku. Selanjutnya ketika kulahir dan kutumbuh bersamaan dengan tumbuhkembang dan naikturunnya perekonomian dan hubungan pernikahan ayah ibuku yang terbilang masih awal, seperti bisa kubayangkan bagaimana suasana dan rasa yang tersaji saat itu. Dan ruang waktu lainnya di masa lalu yang tidak bisa kuceritakan satu persatu. Tibalah aku di titik sekarang ini, dan kutatap detik-detik berikutnya. Sampai matiku pun terus kuterikat dalam ruang dan waktu. Bahkan pasca mati pun masih terus tersaji cerita-cerita pada diriku di dimensi b...

Doa 2

Terlampau banyak aku meminta Ini kupinta Itu kupaksa Setelah semuanya terwujud,  lantas? 

Doa

Gambar
Doaku adalah sebagian dari hidupku, perangkat dari pergerakanku. Saat ku berdoa memohon rezeki, pada saat itulah aku sedang dalam pengembaraanku menjemput rezeki. Pun saat ku mendesak kekuatan dariNya Yang Maha Kuat, aku sedang dalam membangun kekuatanku, bukan karna sedang dalam lemah.  Tuhan yang aku kenal menghendaki kita berdoa, memohon padaNya. Bukan untuk hanya duduk bersimpuh berlarut-larut, tidak berbuat apapun kemudian mendambakan keajaiban datang sekejap mata merubah segalanya.  Tanganku yang diberiNya pun bukan cuma untuk menengadah ke atas, apalagi angkat tangan menyerah pada kenyataan, atau bahkan cuma bisa dipakai mengusap air mataku yang palsu. Sangat-sangat lebih dari itu. Bahkan bisa kutekankan di sini dengan lantang, justru pengunaan tangan sedemikian itu adalah penghinaan terhadap pemberian Tuhan.  Kepalkan tangan, itulah simbol kekuatan. Tantang dunia.  Berdirilah dari dudukmu. Lakukan sesuatu. Biarkan seluruh doa, harap, bahkan khayal tersimulasi...