Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Kompleksitas Berdoa 2: Mengapa Tuhan Tidak Mewujudkan Permintaanku?

Salah sedang gelisah lantaran merasa dirinya begini-begini saja, seperti tidak ada kemajuan. Ditambah teman-teman lamanya terlihat berangsur-angsur sudah di jalan menggapai pencapaian dan cita-citanya. Salah bertanya kepada abangnya, Soleh. “Bang, kok gue begini-begini aja, ya. Padahal gue udah mantap berdoa terus usaha.” “Allah senang ngeliat loe terus-terusan berdoa ditambah usaha. Dia kangen sama loe. Soalnya loe lebih sering malas-malasan dan lalai.” Jawab Soleh.

Kompleksitas Berdoa: Melemahkan Diri di HadapanNya tapi Kemudian Menguat

Dalam pembahasan luas dan panjang tentang iman, sederhananya iman adalah kondisi kita bisa menerima bahwa Allah Tuhan kita. Bukan hanya sekedar kedudukanNya sebagai Tuhan yang kita akui, tapi berikut juga keagunganNya, seluruh tindaklakuNya, segala ketentuanNya bagi kita sebagai pribadi dan bagi kita seluruh alam semesta. Dan dalam pembahasan lanjutan tentang iman juga nantinya akan berkaitan dengan berdoa. Setelah sejauh dan seluas kita mengenalNya maka kita terdorong dengan segenap kesadaran bahwa kita sepantasnya hanya kepada Dia meminta dan mengadukan apa yang kita rasa. Kita pantas merendahkan diri hanya kepadaNya yang Maha Tinggi, kita pantas mengecilkan diri hanya di hadapanNya yang Maha Agung, dan kita pantas melemahkan diri di bawah kekuasaanNya Yang Maha Kuat. Namun pada kenyataan hari-hari ini pembahasan iman dan doa perlu dikritisi dan dituntut pembahasan lebih lanjutnya, lebih jelasnya, dan lebih aplikatifnya. Saya menangkap sebagian besar orang--atau bahkan mungkin sa...